23 C
Samarinda
Senin, November 29, 2021

DPRD Kota Bontang Minta Pelabuhan Lok Tuan Disiapkan GeNose C19

Must read

Foto: Ketua Komisi II DPRD Kota Bontang Rustam

 

Habar Kaltim.co.id, Bontang–Ketua Komisi II DPRD Kota Bontang Rustam meminta agar pengelola pelabuhan dan Pemerintah Kota (Pemko) Bontang menyiapkan GeNose C19 di pelabuhan Lok Tuan, Kota Bontang, Kaltim, mengingat akan dibuka layanan para penumpang dipelabuhan tersebut.

GeNose C19 merupakan alat pendeteksi Covid-19 merupakan alat hidung elektronik yang dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk deteksi Covid-19 yang diklaim lebih cepat dan akurat.

Menurut Rustam, GeNose C19 selain mudah dan cepat digunakan serta ringkas dalam mendeteksi Covid-19 dan harganya pun terjangkau.

Cara kerja GeNose C19 ini adalah dengan cara mendeteksi Volatille Organic Compound (VOC). Pada orang-orang yang terinfeksi Covid-19, VOC terbentuk dan bisa keluar melalui hembusan napas.

Sistematikanya, pasien mengembuskan napas ke dalam sebuah kantung khusus yang terhubung langsung dengan GeNose.

Selain Politisi Golkar ini berharap dengan langkah ini pemerintah bisa membantu masyarakat menggairahkan kembali perekonomian namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang memadai.

“Semoga ini menjadi langkah bijak untuk ikhtiar Pemerintah dalam menggairahkan kembali ekonomi kita,” tutupnya.

Diketahui, penggunaan GeNose C19 terbilang murah. Standar harga yang telah ditentukan berkisar Rp15 ribu hingga Rp25 ribu. Tes juga hanya membutuhkan waktu 2-3 menit untuk mengetahui hasilnya.

BACA  Dianggap Datangkan Manfaat, Rencana Muat Batu Bara di Pelabuhan Lok Tuan Dapat Dukungan Masyarakat Sekitar 

Sebelumnya Wakil Ketua DPRD Kota Bontang Agus Haris pun mengingatkan Pemko untuk menyediakan alat pendeteksi Covid-19  yakni GeNose C19 di Pelabuhan Lok Tuan.

Agus Haris menilai alat pendeteksi karya akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini layak dipergunakan pada saat pelabuhan penumpang kembali beroperasi.

“Sebaiknya dibeli untuk dipasang di pelabuhan Lok Tuan,” ujar Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris, Kamis (18/03/2021).

Menurtnya alaupun para penumpang kapal diwajibkan memiliki surat keterangan hasil rapid antigen negatif, pemasangan alat itu ia menilai selain efektif untuk mendekteksi para penumpang pelabuhan juga bisa dipergunakan untuk para penjemput maupun pengantar penumpang.

BACA  Ketua DPRD Kota Bontang: Neni Telah Wujudkan Visi Misinya

“Kalau penumpang kan diwajibkan mengantogi surat hasil negatif, jadi alat itu mungkin lebih diprioritaskan untuk pengantar maupun penjemput,” ujarnya.

Adapun terkait anggaran untuk pengadaan GeNose C19 politisi Gerindra ini menyampaikan bisa menggunakan dana penanganan pandemi, menurutnya harga alat tersebut terbilang cukup murah yakni sekitar Rp 65 juta dan tes satu orang sekitar Rp 20 ribu.

“Harganya kan bisa dibilang murah. Saya pikir pemerintah sanggup untuk membeli alat GeNose itu. Apalagi kan ini sebagai  langkah penanganan pandemi,” jelasnya. [adv/shl/abe]

Facebook Comments

- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

More articles

- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest article

Facebook Comments