Koalisi Relawan Lingkungan Salurkan Logistik Banjir

Banjir besar yang menyapu hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Tanah Laut juga menarik perhatian para alumni Universitas Lampung di Sumatera yang tergabung dalam IKASYLVA Unila, Mirta Sari, koordinator    IKASYLVA yang saat ini menjadi Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari BKSDA Kalimantan Selatan menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi kemanusiaan di Kalimantan Selatan khususnya di Kabupaten Tanah Laut,

“Kami berharap agar banjir cepat berlalu, sehingga proses evakuasi dan pengungsian bisa segera teratasi” ujar Mirta.

Sementara di lokasi lain proses pengantaran logistik dilakukan oleh Disaster Management Team (DMT) Cyber Adventure Indonesia yang menyalurkan bantuan logistik ke beberapa wilayah yang terkena banjir, pendistribusian logistik menjadi sangat vital dikarenakan terputusnya beberapa akses jalan utama, para relawan harus melakukan estafet pengiriman barang agar sampai ke lokasi sasaran.

DMT Cyber yang sudah melaksanakan kegiatan sejak hari pertama banjir telah menerobos hampir seluruh wilayah yang terendam untuk menyalurkan bantuan baik yang dikelola secara mandiri maupun titipan donatur lainnya.

Banjir Tanah Laut
Rombongan relawan menyasar beberapa titik pengungsian korban banjir dan tanah longsor yang ada di Desa Panggung Baru Kec. Pelaihari, Desa Bingkulu Kec. Tambangulang dan Desa Maluka Baulin di Kecamatan Kurau.

“Kami menurunkan 18 personil yang tersebar di beberapa kabupaten terdampak, pendirian dapur umum di wilayah Kabupaten Rantau dan Kab. Hulu Sungai Tengah, sementara di Kab. Tanah Laut lebih banyak untuk pengantaran logistik” jelas Eka Prasetya Aneba, Koordinator DMT Cyber Adventure Indonesia.

Sementara ini, kondisi kesehatan para pengungsi mengalami penurunan baik fisik maupun mental sehingga diperlukan tim kesehatan maupun psikologis, penyakit kulit juga mulai menyerang sebagian pengungsi, mereka berharap petugas maupun relawan kesehatan dapat diperbanyak untuk membantu perawatan dan adanya tambahan logistik obat-obatan, relawan Trauma Healing belum ada nampak di titik-titik pengungsian, kondisi anak-anak pengungsi sangat memprihatinkan.[ymd/iqb]

 

Facebook Comments