31.4 C
Samarinda
Sabtu, November 27, 2021

Denny Indrayana Pasca PSU, Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing

Must read

HABAR KALTIM – Perhelatan pesta demokrasi di Bumi Antasari (julukan Provinsi Kalimantan Selatan) nampaknya terus berlanjut, walaupun Pemungutan Suara Ulang (PSU) telah digelar di tiga Kabupaten/Kota yakni Banjarmasin, Tapin dan Banjar pada 9 Juni 2021.

“Kita membuka opsi untuk mengajukan sengketa Pemilihan Gubernur Kalimantan Selatan di Mahkamah Konstitusi,” ungkap Calon Gubernur Kalsel Denny Indrayana di hadapan para awak media pada Rabu (9/6/2021) didampangi pasangannya Calon Wakil Gubernur Difriadi dan Sekretaris DPD Partai Gerindra Kalsel Ilham Nor.

Bukan tanpa alasan. Menurut Denny Indrayana pelaksanaan PSU berjalan lancar dan damai namun ia menilai ada beberapa persoalan dasar yang harus dikritisi diantaranya jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) kemudian adanya kesengajaan pemilih tetap tidak mendapatkan undangan dan masih maraknya praktek politik uang.

“Catatan-catatan kritis ini harus kami sampaikan, agar kita memahami perjuangan menjaga Pemilu (Pemilihan Gubernur) jujur dan adil masih menghadapi tantangan yang tidak mudah,” terang Denny Indrayana.

Dirinya pun meminta maaf karena opsi mengajukan sengketa berlanjut ke MK karena ingin menegaskan prinsip perjuangan haram manyarah waja sampai kaputing.

“Ini adalah proses terakhir apapun hasilnya,” imbuh mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM era Presiden Susilo Bambang Yudoyono itu. (abe)

Facebook Comments

BACA  Mulai Hari Ini Kantor Gubernur Kaltim Tutup Hingga 11 Hari Kedepan
- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

More articles

- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest article

Facebook Comments