25.8 C
Samarinda
Senin, November 29, 2021

Jelang Ramadhan, DPRD Kota Bontang Ingatkan Jaga Ketersediaan Pangan

Must read

Foto: Jelang Ramadhan, DPRD Kota Bontang Ingatkan Jaga Ketersediaan Pangan [Istimewa]

 

Habar Kaltim.co.id, Bontang–Guna mengantisipasi kelangkaan pasokan kebutuhan akan ketersediaan pangan menjelang Ramadhan, Wakil Ketua DPRD Kota Bontang Agus Haris meminta kepada pemerintah kota (Pemko) melalui dinas terkait yakni Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3).

“Biasanya kan bulan ramadhan kebutuhan meningkat. Jadi untuk mengantisipasi kelangkaan sebaiknya cepat komunikasi ke daerah pemasok,” ujar Agus Haris, Kamis (18/03/2021).

Politisi Gerindra ini menyarankan supaya pengendalian terhadap ketersediaan pangan maupun harga bisa melibatkan organisasi pedagangnya, menurutnya organisasi tersebut berkompeten untuk mengetahui secara jelas kebutuhan yang diperlukan di Kota Bontang serta memahami kondisi pasar.

Agus pun menambahkan satu yang menjadi catatan penting  yaitu menghitung kebutuhan masyarakat setiap harinya sehingga nantinya dapat dijadikan patokan atau dasar untuk mengetahui jumlah kebutuhan dalam satu bulan.

“Kalau pedagang kan berapa tau jumlah kebutuhan perharinya. Jadi sebaiknya dilibatkan untuk menghitung kebutuhan agar bisa dipersiapkan sebelum bulan ramadhan,” jelas Agus.

Adapun menurut Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang, Debora Kristiani memastikan stok kebutuhan pokok di Kota Bontang hingga hari ini masih dikategori aman.

BACA  Komisi I Nilai Minim Sosialisasi Perda Ketenagakerjaan

Hal tersebut berdasarkan pendataan yang dilakukan pihaknya per hari Senin (15/3/2021) lalu, stok  pangan masih dua kali lipat dibandingkan jumlah kebutuhan di Kota Bontang, seperti beras yang memiliki stok sebanyak 725 ton, sedangkan kebutuhan di Kota Bontang hanya 291 ton.

Sedangkan untuk cabe rawit menyentuh harga  Rp 106 ribu per kg, Deborah menjelaskan bahwa hal tersebut dikarenakan daerah pemasok mengalami gagal panen.

“Sebagian besar stok masih aman, kecuali cabai rawit yang memang masih mahal karena daerah pemasoknya gagal panen. Hal itu akan kami atasi secepatnya dengan berkoordinasi dengan daerah pemasok lain serta mengandalkan produksi cabai lokal Bontang,” jelas Deborah. [adv/shl/abe]

Facebook Comments

BACA  Tok! Dapat DAK Rp. 30 Miliar, Begini Kelanjutan Program Kotaku Selambai
- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

More articles

- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest article

Facebook Comments