Jumat, Januari 23, 2026
spot_img
BerandaDPRD Kota BontangJelang Ramadhan, DPRD Kota Bontang Ingatkan Jaga Ketersediaan Pangan

Jelang Ramadhan, DPRD Kota Bontang Ingatkan Jaga Ketersediaan Pangan

Foto: Jelang Ramadhan, DPRD Kota Bontang Ingatkan Jaga Ketersediaan Pangan [Istimewa]

 

Habar Kaltim.co.id, Bontang–Guna mengantisipasi kelangkaan pasokan kebutuhan akan ketersediaan pangan menjelang Ramadhan, Wakil Ketua DPRD Kota Bontang Agus Haris meminta kepada pemerintah kota (Pemko) melalui dinas terkait yakni Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3).

“Biasanya kan bulan ramadhan kebutuhan meningkat. Jadi untuk mengantisipasi kelangkaan sebaiknya cepat komunikasi ke daerah pemasok,” ujar Agus Haris, Kamis (18/03/2021).

Politisi Gerindra ini menyarankan supaya pengendalian terhadap ketersediaan pangan maupun harga bisa melibatkan organisasi pedagangnya, menurutnya organisasi tersebut berkompeten untuk mengetahui secara jelas kebutuhan yang diperlukan di Kota Bontang serta memahami kondisi pasar.

Agus pun menambahkan satu yang menjadi catatan penting  yaitu menghitung kebutuhan masyarakat setiap harinya sehingga nantinya dapat dijadikan patokan atau dasar untuk mengetahui jumlah kebutuhan dalam satu bulan.

“Kalau pedagang kan berapa tau jumlah kebutuhan perharinya. Jadi sebaiknya dilibatkan untuk menghitung kebutuhan agar bisa dipersiapkan sebelum bulan ramadhan,” jelas Agus.

Adapun menurut Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang, Debora Kristiani memastikan stok kebutuhan pokok di Kota Bontang hingga hari ini masih dikategori aman.

Hal tersebut berdasarkan pendataan yang dilakukan pihaknya per hari Senin (15/3/2021) lalu, stok  pangan masih dua kali lipat dibandingkan jumlah kebutuhan di Kota Bontang, seperti beras yang memiliki stok sebanyak 725 ton, sedangkan kebutuhan di Kota Bontang hanya 291 ton.

BACA  Peringati Hari Perawat Nasional, Agus Haris Ucapkan Rasa Terima Kasih

Sedangkan untuk cabe rawit menyentuh harga  Rp 106 ribu per kg, Deborah menjelaskan bahwa hal tersebut dikarenakan daerah pemasok mengalami gagal panen.

“Sebagian besar stok masih aman, kecuali cabai rawit yang memang masih mahal karena daerah pemasoknya gagal panen. Hal itu akan kami atasi secepatnya dengan berkoordinasi dengan daerah pemasok lain serta mengandalkan produksi cabai lokal Bontang,” jelas Deborah. [adv/shl/abe]

Facebook Comments

BACA  Komisi II DPRD Kota Bontang Dorong Bangkitkan Ekonomi Mikro
RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

Facebook Comments