23.1 C
Samarinda
Kamis, November 25, 2021

Presiden: Mari Kita Rancang Ibu Kota di Kalimantan Timur Menjadi Kota Dengan Desain Smart

Must read

HABARKALTIM.CO.ID, Penajam Paser Utara – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bicara soal Smart City saat memberi sambutan dalam acara HUT Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan Ibu Kota baru di Kalimantan Timur menjadi smart city.
“Mari kita rancang Ibu Kota di Kalimantan Timur menjadi kota dengan desain smart yang menjadi pioneer dan menjadi kota rujukan dunia,” kata Jokowi dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Jokowi mengungkapkan dalam membangun sebuah kota harus sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuian dan teknologi. Kemudian diikuti dengan perkembangan ekonomi, sosial dan budaya. Hal ini agar bisa menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Menurut dia perencanaan sebuah kota bukan sekadar merancang pembangunan gedung tetapi juga build environtment yaitu membangun tempat hidup yang bisa mempengaruhi kesehatan masyarakat, interaksi sosial, efisiensi ekonomi dan kenyamanan hidup yang bisa mempengaruhi kebahagiaan dan kreativitas warganya.

“Jangan sampai perencanaan memicu kemacetan lalu lintas dan membuat biaya hidup menjadi lebih mahal dan tidak sehat,” jelas dia.
Jokowi menambahkan saat ini smart city kerapkali dikaitkan dengan smart digital city dan diartikan sebuah kota yang terkoneksi digital dan otomasi dengan Internet of Thing dan perangkat digital lainnya.

BACA  Potensi Kerugian Akibat Banjir di Kalsel Diperkirakan Rp. 1,3 Triliun

Dia menambahkan konsep smart city harus memberikan kenyamanan yang sempurna untuk warganya. Jika smart city sudah terbangun maka bisa ditingkatkan ke smart province hingga menjadi tingkat nasional. Secara cultural, sosial sampai secara ekonomi.

Karena itu dalam perencanaan pembangunan, Indonesia harus memiliki kekhasan tersendiri. “Ketika membuat perencanaan wilayah dan kota, harus belajar dari negara lain dan jangan mengcopy dari negara lain. Sebab aspek lingkungan, aspek sosial, budaya dan ekonomi juga harus diperhatikan dalam perencanaan itu,” tambah Jokowi.

BACA  Jaringan Media Siber Indonesia Catat Dua Rekor Baru MURI

Dia meminta perencanaan pembangunan kota juga harus semakin inklusif dan terbuka untuk warga. Terkait perancangan jalan bagi pejalan kaki, pesepeda, pengendara motor dan merancang kompleks pertokoan yang tidak hanya eksklusif untuk kelas atas. Namun juga untuk masyarakat bawah.

“Kemudian bagaimana merancang kantor dan tempat tinggal agar para pekerja tidak terlalu jauh,” ujar Jokowi. (*)

Facebook Comments

- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

More articles

- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest article

Facebook Comments