22.2 C
Samarinda
Selasa, November 30, 2021

Wakil Ketua DPRD Kota Bontang Minta Tunggakan Insentif Nakes Diselesaikan

Must read

Habar Kaltim.co.id, Bontang–Tunggakan insentif tenaga kesehatan (nakes) RSUD Taman Husada Kota Bontang sebesar Rp. 2,9 miliar menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Kota Bontang Agus Haris.

Ia pun mengungkapkan  agar tunggakan insentif nakes segera diatasi Pemerintah Kota Bontang, menurut Agus insentif itu merupakan balas jasa kepada nakes yang telah berperan digarda terdepan dalam melawan pandemi Covid-19.

“Harusnya ini tidak terjadi. Kita harus hargai perjuangan para nakes yang berada di garis depan melawan pandemi,” ujar Agus Haris, Rabu (17/03/2021).

Agus menyarankan kepada pemerintah daerah agar intens dalam melakukan komunikasi ke pihak pemerintah pusat, karena berdasarkan peraturan Menteri Keuangan Nomor 43/PMK/05/2020 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Belanja Negara dalam Penanganan Pandemi bahwa anggaran insentif didapatkan.

“Menteri keuangan kan sudah mengeluarkan aturan. Dalam anggaran itu penanganan pandemi termasuk insentif nakes bisa didapatkan melalui APBN. Jadi kalau bisa, pemerintah komunikasi lebih intens ke pusat soal anggaran penanganan pandemi,” ujarnya.

Kalaupun, nantinya komunikasi tersebut tidak menghasilkan apapun, Agus Haris menyatakan hanya refocusing anggaran yang bisa dilakukan untuk menutupi insentif nakes yang menunggak.

Menurutnya, kegiatan yang tidak masuk dalam kategori mendesak bisa ditunda sementara waktu. Agar anggarannya bisa dialihkan ke insentif nakes.

BACA  Selidiki Masalah Ketenagakerjaan PT Samator Gas, Komisi I Dorong Gunakan Hak Angket

“Kalau kegiatan yang tidak mendesak bisa ditunda dulu. Insentif nakes ini layak kita berikan sebagai balas jasa mereka dalam berjuang selama kurun waktu satu tahun terakhir,” pungkasnya.

Diketahui bahwa berdasarkan rilis, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan ada tenaga kesehatan tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah, adapun untuk tunggakan dari pemerintah pusat ada selisih sekitar RP1,2 triliun. Terdiri dari insentif Nakes Balai Lab sekitar Rp1 triliun, Nakes untuk rumah sakit lapangan di bulan Desember Rp6,9 miliar, relawan Rp23 miliar dan PPDS Desember Rp159 miliar. [adv/shl/abe]

Facebook Comments

BACA  Komisi II DPRD Bontang Minta Peniadaan Biaya Rapid Antigen untuk Penunggu Pasien
- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

More articles

- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest article

Facebook Comments