Kondisi penampungan pengungsi yang ditempatkan di sekolah-sekolah, rumah ibadah dan sebagian rumah warga cukup memprihatinkan, kurangnya logistik bahan pangan menjadi penyebab utama ditambah terputusnya akses logistik dari pusat kota Banjarmasin ke Pelaihari ibukota Kabupaten Tanah Laut.

Bantuan yang tertumpuk di posko induk menjadi keluhan beberapa pengungsi yang merasa tidak mendapat perhatian, dapur umum posko induk yang tidak mampu mengcover para pengungsi dikarenakan kekurangan tenaga relawan dan makanan yang harus diambil sendiri ke posko induk juga menyulitkan sebagian pengungsi yang berada cukup jauh. Tak jarang pengungsi yang datang dari jauh sudah kehabisan makanan.
Supian Hadi, salah satu warga di Bingkulu dan relawan yang peduli akan nasib para pengungsi mengeluhkan kondisi kurangnya pasokan logistik bahan makanan dan perlengkapan bayi.
“Kami berharap agar posko induk dapat membagikan logistik ke dapur umum posko-posko mandiri yang dikelola warga sehingga pekerjaan relawan juga semakin ringan jika semua saling bantu” ujar Hadi.
Kariyati, salah satu alumni SMAN 1 Pelaihari yang juga merupakan Ketua Innovative Researcher Community (IRC) atau komunitas peneliti di Tanah Laut yang terjun langsung ke lapangan menyatakan keprihatinan atas kondisi banjir yang terjadi. Ia berharap agar pemerintah daerah melalui posko BPBD dapat berbagi tugas bersama para relawan dan bersinergi membantu para pengungsi.
Selanjutnya –>