
Jalan dari Kota Banjarmasin ke Kota Balikpapan lalu melanjutkan ke Kota Samarinda ataupun sebaliknya, tentu melewati Kabupaten Penajam. Jalur trans Kalimantan yang menghubungkan dua kota besar ini sepanjang 500 kilometer ditempuh dalam 12 jam. Penajam tidak jauh dari Kota Balikpapan, hanya 45 menit dengan menumpang speed boat dari pelabuhan Semayang Kota Balikpapan atau Kampung Baru. Perahu motor juga bisa dicarter seharga Rp 80 ribu dalam sekali menyeberang. Akan lebih ringan bila menyeberang dengan sejumlah orang.
Selain itu, menyeberang ke Kabupaten Penajam bisa juga dengan menumpang kapal feri yang memakan waktu satu setengah jam. Berpenduduk sekitar 150.000 jiwa dengan luas 3.333 kilometer persegi, pertumbuhan ekonomi Penajam berkembang dengan mengandalkan potensi daerah dari sektor pariwisata, SDA hutan, dan hasil-hasil ikutannya, seperti kebun kelapa, karet, kopi, kakao, sayur dan buah.
Letak geografis juga memberi andil besar pada pertumbuhan ekonomi Kabupaten Penajam. Kendaraan yang mengangkut barang dagangan maupun penumpang lalu lalang dari arah Banjarmasin, Kalsel, ke Balikpapan, maupun sebaliknya. Ini semua memberi peluang besar produk-produk lokal Kabupaten Penajam, termasuk gula, mengalir ke berbagai daerah di sekitarnya dan semakin dikenal.
“Kalau ke Kabupaten Penajam, tanya saja tentang Gula Tanjung. Semua tahu. Ya di sini ini tempatnya, karena Tanjung salah satu daerah penghasil gula,” tutur Mohamad Wanathoni, Project Manager SCES PPU dari Swisscontact Indonesia (SI) Foundation. Organisasi nirlaba berkantor cabang di Jalan Provinsi Km 18 RT 3 Petung di Penajam ini fokus dalam pemberdayaan petani kelapa, perajin gula aren dan gula kelapa, serta palma lainnya.
Kemunculan gula jengkol milik Nursalim-Siti ini tak lepas dari sentuhan SI. Tak cuma itu, muncul juga varian lain dari gula, seperti gula semut semacam gula kristal tapi dibuat dari bahan gula aren dan gula kelapa. Gula semut cocok untuk dicampur pada minuman. Kini SI dan para perajin terus melakukan perbaikan di sana-sini demi hasil produk yang lebih menarik agar semakin diterima pasar.
Tak hanya menambah varian gula, mereka juga memperhatikan hingga kemasan. Hasil akhir yang diharapkan, gula aren dan gula kelapa menjadi salah satu produk kebanggaan Penajam dan semakin dicari orang-orang yang melintas di Banuo Taka. (*)