26.5 C
Samarinda
Senin, Desember 6, 2021

BPS Kaltim, Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Triwulan II 2020 Minus 5,46 Persen

Must read

habarkaltim.co.id, Samarinda–Badan Statisitk (BPS) Provinsi Kalimantan Timur mencatat pertumbuhan ekonomi di Kaltim pada triwulanl II (Q2) 2020 minus 5,46% persen year on year (y-o-y), hal ini diungkap Kepala BPS Kaltiml Anggoro Dwitjahyono, melalui saluran youtube BPS Kaltim, Rabu (5/8/2020).

“Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur pada triwulan II 2020 year to year (yoy) sebesar minus 5,46 persen,” katanya.

Berdasarkan hasil perhitungan nilai PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) pada triwulan II tahun 2020 adalah sebesar Rp. 149, 16 triliun dibanding pada tahun lalu ADHB tercatat sebesar 163,03 persen selanjutnya nilai PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) pada Q2 2020 tercatat sebesar Rp. 114, 25 triliun turun dibandingkan tahun lalu yakni ADHK tercatat sebesar 120,86 persen.

Sementara itu jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya pertumbuhan q-to-q, yakni pertumbuhan triwulan II terhadap triwulan I terjadi kontraksi atau pertumbuhan negatif sebesar 6,53 persen.

Begitu pula pertumbuhan ekonomi Kaltim jika dibanding dengan Semester yang sama pada tahun yang lalu (2019) atau c-to-c terjadi kontraksi sebesar 2,10 persen.

Berdasarkan PDRB menurut Lapangan Usaha dapat di identifikasi 3 kategori lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi jika dibanding dengan triwulan sebelumnya atau pertumbuhan q-to-q maupun dibanding dengan yang sama di tahun sebelumnya atau pertumbuhan y-on-y.

BACA  Pegadaian Raih Berbagai Penghargaan dalam Bidang Sumber Daya Manusia

BPS
PDRB yang dirinci menurut lapangan usaha y-to-y sektor pertambangan masih mendominasi perekonomian Kaltim dengan komposisi sebesar 42,94 persen dengan kontribusi kontraksi terhadap perekonomian Kaltim sebesar 6,88 persen.

“Secara q-to-q 3 lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada triwulan ke 2 pada tahun 2020 adalah jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 3,74 persen kemudian pengadaan air, pengelolaan sampah limbah dan daur ulang sebesar 3,43 persen dan kategori komunikasi dan informasi sebesar 3,03 persen,” terang Anggoro.

PDRB yang dirinci menurut lapangan usaha y-to-y sektor pertambangan masih mendominasi perekonomian Kaltim dengan komposisi sebesar 42,94 persen dengan kontribusi kontraksi terhadap perekonomian Kaltim sebesar 6,88 persen.

BACA  JMSI Jatim Jamin Anggota Medianya Kredibel

Adapun lapangan usaha yang terkontraksi paling dalam terdapat pada kategori transportasi dan pergudangan sebesar 16,91 persen kemudian pada kategori akomodasi dan makan minum terkontraksi sebesar 13,43 persen.

 

Editor: Abe

 

 

 

 

Facebook Comments

- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

More articles

- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest article

Facebook Comments